Cerpen Pikiran Rakyat
Oleh: Bia R
Edisi 6 Januari 2019
Seribu Cahaya di Langit Muram
Setelah memastikan teman-teman satu kamarnya tidur, Zain dan Buyung membuka lemari pakaian.Dua bocah sebelas tahun itu memasukkan pakaian ke dalam ransel. Zain, anak yang berwajah oriental diam sejenak, kemudian menatap Buyung.
“Yung, sebaiknya kita tidak membawa apapun selain lampu ini.” Zain mengacungkan untaian lampu hias.
“Memangnya kenapa?” Buyung menghentikan gerak tangannya yang tengah melipat sarung.
“Nanti Pak Ustaz curiga. Bisa gagal lagi kita,” bisik Zain.