Cerpen, Kuliner, Musik

Sabtu, 09 Maret 2019

Seribu Cahaya di Langit Muram

Cerpen Pikiran Rakyat

Oleh: Bia R

Edisi 6 Januari 2019

Seribu Cahaya di Langit Muram

Setelah memastikan teman-teman satu kamarnya tidur, Zain dan Buyung membuka lemari pakaian.Dua bocah sebelas tahun itu memasukkan pakaian ke dalam ransel. Zain, anak yang berwajah oriental diam sejenak, kemudian menatap Buyung.
“Yung, sebaiknya kita tidak membawa apapun selain lampu ini.” Zain mengacungkan untaian lampu hias.
“Memangnya kenapa?” Buyung menghentikan gerak tangannya yang tengah melipat sarung.
“Nanti Pak Ustaz curiga. Bisa gagal lagi kita,” bisik Zain.

Minggu, 30 Desember 2018

Tubuh Marliana

Cerpen

Ilustrasi: Pixabay
Oleh: Bia R

Di depan cermin hias tua yang menempel di dinding, sesosok tubuh sintal berkulit belang sedang berdiri. Matanya yang sembab seperti sudah menangis berhari-hari terus memperhatikan wajahnya yang kusam. Terkadang ia meraba wajah itu dengan tangannya yang kasar, lalu melihat tangannya yang hitam sampai beberapa senti ke atas sikut, dan sisanya terlihat putih.
Dulu,

Kamis, 27 Desember 2018

Menjelang Panen


Cerpen Pikiran Rakyat

“Tani” karya Alanwari/ media pensil warna di atas kertas
Di pagi yang masih kelewat dini, orang-orang berduyun ke tonggoh dengan wajah penuh amarah. Mereka tidak lagi memedulikan udara yang gigil, atau perut keroncongan karena sama sekali belum diisi. Mereka tidak takut masuk angin. Tidak. Tidak ada yang mereka pedulikan selain aliran air yang kecil dan sawah yang gagal panen.