Cerpen
![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Oleh: Bia R
Di depan cermin hias tua yang menempel di dinding, sesosok tubuh sintal berkulit belang sedang berdiri. Matanya yang sembab seperti sudah menangis berhari-hari terus memperhatikan wajahnya yang kusam. Terkadang ia meraba wajah itu dengan tangannya yang kasar, lalu melihat tangannya yang hitam sampai beberapa senti ke atas sikut, dan sisanya terlihat putih.
Dulu,


